Budidaya Lele Mutiara, Panen Cepat Tumbuh Seragam

By | April 12, 2018

Budidaya lele mutiara memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Karena, sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, lele dumbo adalah primadona di industri konsumsi ikan.
Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, petani di daerah Depok yang menggunakan tangki terpal berukuran 2 meter persegi. Sebaran padat 750 ekor / meter persegi, dengan masa pemeliharaan 90 hari. Hasilnya bisa dipanen, yaitu sebanyak 125 kg lele mutiara. Jumlah ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan hasil lele dumbo lokal yang beratnya 107 kg.

Dengan lele mutiara, untuk mendapatkan panen ukuran konsumsi tidak memakan waktu 2-3 bulan. Namun, mempertahankan 50 hari saja sudah cukup untuk mendapatkan ikan patin ukuran dominan dari 10 hingga 10 / kg atau berat sekitar 100-150 gram / ekor. Selain itu, kelebihan lainnya, yaitu selama periode pembesaran, benih lele mutiara tidak perlu disortir. Penyortiran dilakukan saat panen secara manual.

Poin plus lainnya dari mutiara favorit rakyat meliputi:

Tingkat pertumbuhan yang tinggi.
Durasi perawatan yang singkat. Periode pembesaran benih stocking adalah 5-7 cm dan 7-9 cm dengan kepadatan stocking 100 ekor / meter persegi mulai dari 40-50 hari. Pada kepadatan tebar 200-300 kepala / meter persegi, periode pembesaran adalah 60-80 hari.
Keseragaman ukuran tinggi. Pada tahap produksi benih, diperoleh 80-90% benih yang siap dijual dan panen pada tahap pembesaran tanpa pemilahan yang diperoleh ukuran konsumsi ikan lele sebanyak 70-80%.
Rasio konversi pakan relatif rendah, yaitu 0,6-0,8 di pembibitan dan 0,8-1,0 selama pembesaran.
Resistensi terhadap penyakit relatif tinggi. Sintesis pembibitan berkisar 60-70% pada infeksi bakteri Aeromonas hydrophilia (tanpa antibiotik).
Toleransi lingkungan relatif tinggi. Lele mutiara dapat hidup pada suhu 15-35 °, pH 5-10, kadar amonia <3 mg / L, kadar nitrit <0,3 mg / L, dan kadar salinitas 0-10%.
Produktivitas yang relatif tinggi. Produktivitas pada tahap pembesaran 20-70% lebih tinggi dari benih strain
Proporsi daging relatif tinggi.
Porsi keuntungan bisnis pada tahap pembesaran lebih tinggi dari strain benih
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa budidaya ikan lele mutiara lebih efisien sehingga keuntungan yang diperoleh petani juga lebih besar. Keuntungan besar juga akan berdampak pada peningkatan kebutuhan benih sehingga menjadi bidang bisnis yang menguntungkan di masa depan.
Bagi Anda yang tertarik dengan budidaya lele mutiara, sebaiknya baca dulu buku panduannya, yaitu Lele Mutiara agar bisa panen cepat, hemat 20%, dan tumbuh secara seragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *