Makan Ikan Bisa Turunkan Risiko Alzheimer

By | September 9, 2018

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selalu merekomendasikan makan ikan. Sebab, selain membantu para nelayan, juga karena ikan memang tinggi protein. Begitu tinggi, sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa makan ikan dapat mengurangi risiko Alzheimer.
Mengutip Kompas, sebuah penelitian di Australia menemukan hubungan antara asupan protein tinggi dan rendahnya kadar protein berbahaya di otak. Protein berbahaya di otak, yang dikenal sebagai beta amiloid, adalah penyebab Alzheimer.

Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease, melibatkan 541 orang tua normal yang tidak mengalami kehilangan memori dan para peneliti mengamati pola makan mereka. Para peneliti juga mengukur kadar amiloid beta dari otak para sukarelawan melalui biomarker dalam darah mereka.

Para koresponden dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jumlah asupan protein yang mereka konsumsi. Akibatnya, individu yang mengonsumsi protein tertinggi (sekitar 118 gram sehari), 12 kali lebih kecil kemungkinannya memiliki beta amiloid dalam jumlah besar.

Sebenarnya, beta amiloid adalah protein alami dalam tubuh manusia. Sayangnya, jika protein “jahat” ini terkumpul di otak, itu akan menyebabkan plak. Plak ini kemudian mengelilingi sel-sel saraf dan mengganggu komunikasi sel otak.

Tidak hanya itu, menurut laporan Asosiasi Alzheimer, plak juga dapat memicu reaksi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghilang dari sel-sel otak. Tingkat amiloid beta yang tinggi ini juga dianggap sebagai prekursor penyakit Alzheimer.

“Studi ini jelas menunjukkan bahwa semakin banyak protein yang dikonsumsi, semakin rendah kemungkinan seseorang memiliki tingkat amiloid beta yang tinggi di otak, yang dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari Alzheimer di masa depan,” kata Binosha Fernando, ketua peneliti dalam studi tersebut. dikutip dari Newsweek Pada Jumat (23/2).

Sayangnya, penelitian ini tidak dapat menjelaskan alasan mengonsumsi lebih banyak protein dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer. Namun, Fernando menduga ini terkait dengan efek protein pada tekanan darah.

Dalam studi sebelumnya, ditemukan bahwa diet tinggi protein dapat mengurangi tekanan darah. Dalam studi yang sama, itu menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi adalah faktor risiko penyakit Alzheimer. Ini mungkin hubungan antara diet tinggi protein dan kesehatan otak. Untuk mengkonfirmasi ini, Fernando menyarankan penelitian lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *