Mengenal Ikan Kakap Putih Lebih Dekat

By | February 8, 2019

Jika Anda ingin membudidayakan kakap putih, Anda sebaiknya tahu tentang kakap putih ini terlebih dahulu. Karena, dengan mengenal kakap putih, tentu saja nanti Anda akan lebih memahami bagaimana cara menangani ikan ini.
Kakap putih memiliki daya tahan yang baik untuk dapat hidup di perairan laut. Ini karena kakap putih memiliki toleransi yang cukup terhadap kadar air garam. Karena alasan ini, ikan ini diklasifikasikan sebagai organisme Euryhaline. Selain itu, kakap putih juga tergolong kelompok ikan katadrom. yang merupakan pengelompokan ikan yang bisa dibesarkan dalam air.

Karena memiliki dua sifat, kakap ini bisa dibudidayakan di laut, kolam, atau air tawar. Jika lokasi budidaya kakap tidak sesuai dengan dua sifat yang dimilikinya, kecil kemungkinan ikan ini bisa bertahan hidup.

Di Indonesia, orang tahu kakap putih tidak hanya dengan satu nama. Secara nasional, ikan ini dikenal sebagai kakap, tetapi di daerah tertentu kakap putih memiliki nama yang berbeda.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kakap putih juga disebut ikan pelak, petak, cabek, dan cabik. Sementara itu, masyarakat Sulawesi lebih mengenal kakap putih dengan nama ikan talungtar, pica-pica, dan gelas. Selain kedua daerah ini, kakap juga memiliki nama lain di Madura, yaitu ikan dubong tekong.

Kakap putih memiliki nama latin Lates calcalifer. Sementara itu, di arena internasional, dalam bahasa Inggris, kakap ini disebut seabass.

Untuk mengenal kakap putih, Anda bisa tahu ciri-ciri fisik ikan ini. Kakap putih memiliki tubuh yang memanjang dan rata. Memiliki batang sirip ekor yang lebar dan bulat. Mata kakap putih berbeda dengan mata ikan pada umumnya, yang berwarna merah cemerlang.
Ikan ini memiliki mulut lebar, sedikit bengkok dengan gigi halus. Ada lubang telinga bergerigi di bagian atas penutup insang. Selain itu, kakap putih memiliki 3 buah sirip punggung yang keras, dan 7 – 8 yang lemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *