Populasi Ikan Kerapu Semakin Menurun

By | July 10, 2018

Populasi kerapu, yang termasuk spesies ikan karang di perairan Indonesia, terus menurun dan terancam punah. Itu karena habitat mereka dirusak oleh bom ikan, racun, dan limbah industri. Bahkan, permintaan ikan kerapu dari luar negeri terus meningkat setiap tahun.
Alasan lain untuk penurunan populasi ikan adalah bahwa ikan muda juga dijual sehingga rantai pembiakan terputus.

Menurut Direktur Pemasaran Luar Negeri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung, permintaan untuk sebagian besar ikan kerapu berasal dari Hong Kong, Cina, Taiwan dan Korea. Permintaan bahkan meningkat setiap tahun sejak 1998.

“Nilai ekspor ikan kerapu Indonesia pada 2009 mencapai 58,7 juta dolar AS (AS) dengan volume 78.000 ton. Pada 2010, ekspor meningkat menjadi 94 juta dolar AS dengan volume 123.000 ton. Tahun ini bisa meningkat 15 persen,” Kata Saut, dikutip dari Kompas, Kamis (3/1/2018).

Permintaan tinggi inilah yang menyebabkan penangkapan ikan secara besar-besaran terus berlanjut. Banyak nelayan menggunakan bom ikan atau racun sianida untuk mendapatkan lebih banyak ikan dan menyebabkan habitat ikan karang menjadi rusak.

Kerusakan habitat kerapu sebagian besar terjadi di perairan Indonesia bagian barat dan tengah. Namun, bahkan perairan timur yang masih relatif bersih, sekarang perlahan mulai rusak.

Saut mengatakan, Indonesia dan negara-negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), terutama importir kerapu, sedang membahas penerapan aturan untuk penangkapan ikan dan penjualan.

Peraturan tersebut akan membatasi bahwa hanya kerapu dewasa yang dapat dijual. Ini dilakukan untuk menjaga populasi ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *